Jerat Riba

Faktor Yang Menyebabkan Terjatuh Ke Dalam Jerat RIBA,

1. Lemahnya keimanan

Berbagai kemaksiatan tidaklah terjadi selain karena kelemahan atau ketiadaan iman dalam hati pelakunya. Oleh karena itu, Allah سبحانه وتعالى di dalam banyak ayat dan Rasul-Nya di dalam hadits-hadits mengaitkan sebuah larangan atau perintah dengan iman.
Iman inilah yang mendorong pemiliknya untuk melakukan kebaikan, dengan cara melaksanakan perintah atau meninggalkan larangan-Nya. Termasuk di antaranya adalah larangan Allah سبحانه وتعالى terhadap riba, sebagaimana firman-Nya,

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” [Qs. al-Baqarah: 278]

Allah سبحانه وتعالى menjelaskan sikap yang mulia bagi para hamba-Nya karena keimanan mereka terhadap keputusan Allah dan Rasul-Nya, terkhusus hukum riba. Allah تعالى berfirman,

“Tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” [Qs. al-Ahzab: 36]

Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda,

“Barang siapa diantara kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan Tangannya. Apabila tidak mampu, ubahlah dengan lisannya. Apabila tidak mampu, dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman.”
[HR. Muslim]

2. Tidak takut kepada Allah

Kiita perhatikan ancaman-ancaman Allah سبحانه وتعالى terhadap para pelaku riba yang tidak mau meninggalkan larangan-Nya. Allah سبحانه وتعالى berfirman,

“Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu berhenti (dari mengambil riba), maka Baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal didalamnya.”
[Qs. al-Baqarah: 275]

“Jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), ketahuilah bahwa Allah  dan Rasul -Nya akan memerangimu. Jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” [Qs. al-Baqarah: 279]

Ibnu Abbas رضي الله عنه berkata, “Akan dikatakan kepada orang yang memakan hasil riba nanti pada hari kiamat, ‘Ambillah pedangmu untuk bertempur!’ Kemudian beliau  membaca,

‘Jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu’.” Beliau juga mengatakan, “Barang siapa tetap melakukan muamalah riba dan tidak meninggalkannya, wajib bagi imam (pemerintah) kaum muslimin untuk meminta tobatnya. Kalau dia mau meninggalkannya (itulah yang diharapkan), (jika tidak demikian) dia dihukum mati (oleh penguasa).” [Tafsir Ibnu Katsir, 1/296]

Kesimpulannya, orang yang tidak memedulikan larangan-larangan Allah سبحانه وتعالى dan Rasul-Nya dalam hal bermuamalah riba dengan berbagai sistemnya, berarti tidak ada rasa takut kepada Allah  سبحانه وتعالى di dalam hatinya.

3. Diperbudak oleh dunia

Allah سبحانه وتعالى dengan hikmah -Nya yang sempurna menciptakan manusia dengan salah satu tabiat jeleknya, yaitu rakus (tamak, serakah). Hal itu ujian dan cobaan bagi mereka, sebagaimana sabda Rasulullah صلي الله عليه وسلم,

“Seandainya anak Adam memiliki satu lembah yang berisi emas, sungguh dia akan berambisi memiliki dua lembah (yang berisi emas pula), dan tidak ada yang akan memenuhi mulutnya selain tanah. Akan tetapi, Allah سبحانه وتعالى menerima tobat siapa saja dari hamba -Nya.” [Muttafaqun alaih dari Ibnu Abbas رضي الله عنه]

Rasulullah صلي الله عليه وسلم juga mengabarkan bahwa ujian yang paling besar bagi umatnya adalah harta. Sabda beliau,

“Sesungguhnya, bagi setiap umat ada ujian (tersendiri), dan ujian bagi umatku adalah harta.” [HR. at-Tirmidzi dari Ka’b bin ‘Iyadh رضي الله عنه]

Itulah yang dikhawatirkan oleh Rasulullah صلي الله عليه وسلم atas umatnya. Beliau bersabda dalam hadits Amr bin Auf al-Anshari رضي الله عنه,

“Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku khawatirkan akan menimpa kalian. Akan tetapi, aku khawatir akan dibukakan dunia kepada kalian sebagaimana telah dibukakan kepada orang-orang sebelum kalian. Lantas kalian berlomba-lomba (dengan menghalalkan berbagai cara) untuk mendapatkannya sebagaimana mereka telah berlomba-lomba mendapatkannya, hingga dunia itu membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka.”[Muttafaqunalaih]

Kita memohon keselamatan kepada Allah سبحانه وتعالى dari Jeratan Riba,  dan tetap Istiqomah di jalan kebaikan.

Salam Rezeki Berlimpah
Anaz Almansour
Founder Rezeki Healing

Komunitas Rezeki Berlimpah (Rezeki Healing)
Telegram : bit.ly/MRH_JoinTelegram

#rezekihealing 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Matematika Rokok Dan Matematika Sedekah

Langkah Menyelesaikan Riba

Doa Yg Bermakna