Hati Terbagi Tiga
Pencerahan Jiwa
HATI TERBAGI KEPADA TIGA
Qalbun salîm (hati yang selamat; sehat);Qalbun mayyit (hati yang mati); dan
Qalbun marîdh (hati yang sakit).
🔝Qalbun Salim;
🔺Hati yang sejahtera
🔺Beriman sepenuhnya kepada Allah dan Rasul.
🔺Suka kepada teguran dan benci kepada pujian.
🔺Sentiasa untuk Allah.
Disebut qalbun salîm (hati yang selamat; sehat) karena sifat selamat dan sehat telah menyatu dengan hatinya.
Qalbun salîm adalah hati yang bersih dan selamat dari berbagai syahwat yang berseberangan dengan perintah dan larangan Allâh; Bersih dan selamat dari berbagai syubhat yang menyelisihi berita-Nya. Ia selamat, tidak menghambakan diri kepada selain-Nya, tidak menjadikan hakim selain Rasul-Nya; Bersih dalam mencintai Allâh Azza wa Jalla dan dalam berhakim kepada Rasul-Nya; Bersih dalam rasa takut dan berharap kepada-Nya, dalam bertawakal kepada-Nya, dalam bertaubat kepada-Nya, dalam menghinakan diri di hadapan-Nya, dalam mengutamakan mencari ridha-Nya di segala keadaan dan dalam menjauhi kemurkaanNya dengan segala cara.
Inilah hakikat penghambaan (ubudiyah) yang tidak boleh ditujukan kecuali kepada Allâh semata.
🔚Qalbun Mayit;
🔻Hati yang mati
🔻Teguran dibalas dengan cacian.
🔻Dambakan kuasa dan harta.
🔻Cintakan dunia dan takutkan mati.
Hati gelap.
Hati yang mati, hati yang kosong dari kehidupan.
Ia tidak mengetahui Rabbnya, apalagi beribadah kepada-Nya.
Ia selalu menuruti keinginan nafsu dan kesenangan dirinya, meskipun akibatnya
ia akan dimurkai dan dibenci Allâh Azza wa Jalla .
Ia tidak peduli dengan apapun, yang penting bagi dia adalah keinginan dan syahwatnya terpenuhi.
Ia menghambakan diri kepada selain Allâh, dalam cinta, takut, berharap, ridha dan benci, pengagungan dan kehinaan.
Jika ia mencintai, ia mencintai karena hawa nafsunya.
Jika ia membenci, ia membenci karena nafsu. Jika ia memberi, ia memberi karena nafsu.
Ia lebih mencintai dan mengutamakan hawa nafsunya daripada keridhaan Rabbnya.
Hawa nafsu menjadi pemimpinnya, syahwat komandannya, kebodohan adalah sopirnya, kelalaian adalah kendaraannya. Ia terbuai dengan pikiran untuk mendapatkan tujuan-tujuan duniawi, mabuk oleh hawa nafsu dan kesenangan semu.
Ia tidak mempedulikan orang yang memberi nasihat, ia terus mengikuti setiap langkah dan keinginan setan. Dunia terkadang membuatnya benci dan terkadang membuatnya senang. Hawa nafsu membuatnya tuli dan buta.
Maka membaur dengan orang yang memiliki hati semacam ini. Bergaul dengannya adalah racun dan menemaninya adalah kehancuran.
🔙Qalbun Maridh;
🔻Hati yang sakit
🔻Banyak buat maksiat tapi masih bisa diobati.
🔻Masih bisa menerima teguran dan ada usaha ke arah kebaikan. .
Hati yang hidup tetapi sakit.
Ia memiliki dua unsur yang saling tarik-menarik.
Ketika ia berhasil memenangkan pertarungan itu, berarti di dalam hatinya sedang ada rasa cinta kepada Allâh, keimanan, keikhlasan dan tawakal kepada-Nya. Itulah nutrisi kehidupan hati.
Di dalam hati yang sakit juga ada kecintaan kepada nafsu, keinginan dan usaha keras untuk mendapatkannya, dengki, takabbur, bangga diri, cinta jabatan dan membuat kerusakan di bumi. Inilah unsur yang menghancurkan dan membinasakan hati. Ia diuji oleh dua penyeru, yang satu menyeru kepada Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya serta hari akhirat, sedang yang lain menyeru kepada kenikmatan sesaat. Dan ia akan memenuhi salah satu di antara yang paling dekat dari dirinya.
Letak tapak tangan kanan didada kiri dan bacalah al fatihah...hadiahkan pada hati kita
Semoga kita menjadi jiwa yg tenang (muthmainnah) pada posisi qolbun salim
Anaz Almansour
Penulis Buku Best Seller Zero Emotion
#pencerahanjiwa
#pemulihanjiwa
#bukuzeroemotion
#zeroemotion
Komentar
Posting Komentar